Kisah “Malin Kundang” Versi Dele Alli

com, Jakarta: Kesuksesan tiap orang tak lepas dari dukungan atau peran orang tua. Namun, hal tersebut tidak dirasakan oleh bintang muda Tottenham Hotspur, Dele Alli. Terkini, ia malah dikabarkan tidak mau mengakui kehadiran orang tua kandungnya sendiri.Pemilik nama lengkap Bamidele Jermaine Alli lahir di Milton Keynes,
Inggris pada 11 April 1996. Ia merupakan buah cinta dari Denise yang merupakan wanita kebangsaan Inggris dan Kehinde ‘Kenny’ yang berstatus pangeran suku Yoruba di Nigeria.

Kehinde dan Denise bertemu untuk pertama kali di sebuah kelab malam di Milton Keynes. Saat itu, Kehinde berstatus sebagai mahasiswa Universitas De Montfront, sedangkan Denise merupakan penduduk asli Milton Keynes. Keduanya sempat menikah selama tiga tahun, sebelum akhirnya bercerai ketika Alli masih berusia tiga tahun pada 2000.

Klik: Mantan Bek MU Dukung Lukaku Hengkang dari Everton

Setelah bercerai, Alli pernah tinggal bersama ayahnya di Lagos, Nigeria, sewaktu berusia 8 tahun. Di sana, Alli tinggal dalam kemewahan dan mendapat pendidikan sekolah internasional yang biayanya mencapai 20 ribu Poundsterling atau sekitar 332 juta per tahun. Selain bahagia di Nigeria, Alli juga pernah tinggal di rumah mewah ayahnya di Houston, Texas, pada 2006.Kebersamaan Alli dengan Kehinde dan Denise. (Foto: google image)Sadar dengan jalannya sebagai pesepak bola, Alli kembali ke Inggris dan bergabung dengan klub lokal, Milton Keynes Dons (MK Dons) saat berusia 11 tahun. Namun, kondisi ibunya yang merupakan alkoholik malah makin memburuk ketika ia kembali ke kampung halaman. Oleh karena itu, Alli yang saat itu berusia 13 tahun dititipkan kepada Alan dan Sally Hickford (salah satu orang tua yang anaknya juga bermain untuk MK Dons).”Saya punya masalah serius dengan minuman keras karena masa kecil saya yang kurang bahagia. Saya terjebak dengan vodka, bir dan lainnya selama beberapa tahun,” curhat Denis kepada sebuah media di Inggris.”Dinas sosial langsung mengunjungi saya setelah ada laporan dari tetangga. Mereka tidak mengambil anak saya, tapi mempermasalahkan gaya hidup saya sebagai seorang ibu. Jadi, adalah keputusan saya untuk membiarkan Dele dibesarkan keluarga lain,” tambahnya.Seiring berjalannya waktu, nama Dele Alli mulai dikenal sebagai pemain top ketika diboyong Tottenham Hotspur pada musim panas 2015. Saat itu, Alli mampu menembus skuat utama ketika berusia 19 tahun dan berkontribusi makin banyak pada musim ini. Terlepas dari pada itu, Alli juga merupakan salah satu pemain inti di timnas Inggris.Kacang Lupa KulitEntah faktor apa yang mendasari, tiba-tiba Alli dikabarkan benci dengan keluarga kandungnya. Sebuah laporan pada 2016 bahkan menyebutkan, Alli menolak menggunakan nama keluarga di seragamnya karena menganggap semua kesuksesannya tidak berhubungan dengan orang tuanya. Kondisi inilah yang akhirnya membuat Denise dan Kehinde sedih serta putus asa.Berbagai upaya sudah dilakukan agar Alli ingat terhadap orang tua kandung yang melahirkannya. Denise dikabarkan pernah menghampiri Alli seusai laga, kemudian Kehinde juga rela ikut tur Stadion White Hart Lane yang mahal agar bisa bertemu dengan Alli. Sayang, usaha tersebut tetap berakhir sia-sia.”Saya sempat menunggu hingga pertandingan usai dan ketika Dele keluar saya mengatakan kepadanya. ‘Dele ini saya, ibu anda’,” ujar Denise menceritakan pengalaman pahitnya.”Tapi dia (Alli) malah tidak berhenti. Dia hanya menatap saya sambil mengatakan sedang sibuk. Saya menangis dan kecewa mendengarnya,” tambah Denise.Kedekatan Kehinde dengan Alli sewaktu kecil. (Foto: google image)Maraknya pemberitaan Alli yang seakan kacang lupa kulit membangun opini negatif di kalangan pecinta sepak bola. Kebanyakan fan menganggap Alli dicari-cari karena orang tuanya sedang butuh uang. Namun, opini tersebut langsung dibantah keras oleh ayah Alli”Saya tahu beberapa orang mungkin berpikir saya melakukan ini untuk mendapatkan uang. Tapi, itu sangat jauh dari kebenaran. Faktanya saya merupakan orang yang sangat makmur dan tidak perlu sepeser pun dari Dele. Saya di sini untuk berada di sampingnya dan supaya dia tahu kalau saya menyayanginya,” ujar Kehinde di waktu yang berbeda.Belum ada titik terang atas keretakan hubungan Alli dengan keluarga kandungnya. Baik ayah dan ibunya dikabarkan sudah putus asa karena sikap Alli yang membatu. Saat ini, mereka hanya bisa berdoa anak kesayangannya berminat kembali ke pangkuan mereka.”Setiap malam saya berdoa kepada tuhan untuk membawanya kembali di sini. Saya bahkan memimpikan dia pulang ke rumah,” tutup Denise. (berbagai sumber)Denise masih menyimpan foto Alli kecil. (Foto: google image)(ACF)

tibbihafiz.com Daftar situs agen sbobet terpercaya Sumber: MetroTVNews